Minggu, 23 Februari 2014

Panggung Negeri Antahberantah,,,

“PANGGUNG  ABRAKADABRA”


Ini kisah di negri entah di mana. Konon katanya, dahulu kala negri ini punya raja yang aneh. Rakyatnya aneh, dan semuanya aneh. Nah..bingung kan? Memang aneh. Siang itu, angin bertiup sepoi-sepoi. Terlihat para pengawal sedang berjaga-jaga di depan gerbang istana.  Kalau dilihat dengan teliti, mata para pengawal itu terpejam loh, alias tidur. Tapi sayang, tidak ada yang meneliti. Walaupun tidur, mereka masih mau mengemban tugas, yaitu menjaga keamanan para penguasa yang sedang rapat di dalam. 
Tiba-tiba, mereka dikejutkan dengan suara berisik yang sangat mengganggu. Mata mereka Mereka langsung terbelalak matanya. Wah, banyak orang! Jangan-jangan mereka lagi demo! Kan sekarang demo itu lagi ”in”. Semakin dekat...semakin dekat, waw..,mereka bawa palu. Pegawal saling berpandangan. Mereka membentuk barisan, nama kerennya pagar bambu...eh...pagar betis! Wajah mereka menjadi garang. Suasana ngatuk berganti menjadi suasana yang menegangkan. 
” Jangan ambil lahan kami! Turunkan harga pajak!” kata-kata itu terus diulang. Ketika sampai di depan pintu gerbang istana, salah seorang dari pendemo itu maju. ” Hai,pengawal! Kami mau bertemu dengan Raja!”Katanya lantang.  
” Kalian mau apa? Para penguasa sedang rapat. Jadi tidak bisa diganggu!” kata pengawal.
” Kami harus bertemu! Kami mau bicara!” katanya lagi.

” Tidak bisa! Lebih baik kalian pulang! Kalau tidak....” pengawal itu tidak melanjutkan.

”Kalau tidak, kenapa? Apa yang mau kalian lakukan pada kami?”

”Kalau tidak.., kami akan berbuat kasar pada kalian!” katanya melanjutkan lagi.

”Silahkan! Kami tidak takut! Kami hanya ingin bertemu para penguasa! Kami tidak mau mereka menindas kami seenaknya!”

Tidak bisa! Kalian harus pulang! Mereka sedang rapat!”

Karena mereka saling mempertahankan keinginan, maka terjadilah perkelahian. Wah,pokoknya seru deh! Sayang tidak bisa  dilihat. Jadi bayangkan saja!Karena serunya perkelahian itu dan berisiknyasuara mereka, maka muncullah seorang laki-laki dari dalam istana.Ia bertubuh gemuk, tinggi, rambut lurus sedikit beruban. Dia mengenakan pakaian kerajaan. Ternyata dia adalah Raja Tak Eling. Diatidak sendiri. Di belakangnya ada mentri-mentrinya yang juga ingin melihat serunya perkelahian itu. Melihat kedatangan raja, mereka menghentikan perkelahian itu. Mereka diam. Suasana menjadi hening. Eee, melihat suasana demikian, raja malah bingung. Beliau celingak-celinguk.

” Ini...ada apa sih? Kok ribuuut buanget. Mbo’ ya ngomong. Ndak usah ribut!” kata raja.

” Maaf, Yang Mulia. Ini semua mereka yang mulai. Kami sudah suruh mereka pulang dan kami sudah kasih tahu, kalau baginda raja sedang rapat. Tapi mereka ndak ngerti!”

” Bohong,Yang Mulya! Kami sudah bilang kalau kami mau ketemu sama yang Mulya. Kami mau ngomong secara baik-baik. Tapi mereka menghalangi!” Kata pendemo.

” Bohong,Yang Mulya! Mereka yang berteriak-teriak!”  kata pengawal.

” Bohong, Yang Mulya!” Kata pendemo. Akhirnya mereka saling menuding. Dan hampir terjadi perkelahian lagi. Untung saja raja membentak mereka.

” SUDAH!!!! Tidak ada lagi yang ngomong! Kamu! Ikut ke dalam!” kata raja menunjuk seorang pendemo untuk ikut ke dalam istana.” Yang lain, tunggu di sini! Tidak ada lagi perkelahian!Pusiiiiing!” kata raja. Lalu raja, perdana mentri, dan seorang pendemo itu masuk ke dalam istana. Dan yang lain menunggu di luar. Di dalam istana, raja menyuruh pendemo itu duduk. Dan semua perdana mentri juga duduk. Raja berdiri dengan wajah yang sedikit terlihat tegang. ” Memangnya..., apa yang mau kalian kemukakan? Tanya raja pada pendemo. ’Begini yang Mulya, kami hanya ingin lahan kami tidak diambil,dan pajak jangan mahal! Kami tidak punya apa-apa lagi dong,Yang Mulya. Tolonglah kami!” kata pendemo itu. ”Loh...siapa yang mau ambil lahan kalian? Dan siapa yang menaikan harga pajak? Saya belum memetuskan itu kok. Lah wong sekarang saja baru rapat...kok kalian sudah tahu? Opo iki? Aneh.!.padahal saya tidak mau itu terjadi. Mmmmm, ada apa ini?” kata raja sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Terlihat para perdana mentri berbisik-bisik. Lalu wajah mereka terlihat tegang. Mereka menundukan wajah. Melihat itu, raja mengerutkan keningnya. Tiba-tiba, mereka dikejutkan oleh kedatangan seorang wanita yang sedang berteriak-teriak sambil berlari-lari karena dikejar oleh pengawal”Ada apa lagi ini? Siapa kamu? Pengawal, ada apa ini?” tanya raja ” Maaf, Yang Mulya. Perempuan ini menerobos masuk, jadi saya kejar! ” Yang Mulya, saya juga mau ketemu sama Yang Mulya dan mau mengungkapkan pendapat. Boleh kan?”

”Ya,boleh...boleh...tapi, yang ini saja belum selesai...kamu malah bikin masalah! ” Tapi ini juga penting. Ini soal pendidikan, Yang Mulya. Begini Yang Mulya, saya ini guru, saya sangat prihatin dengan nasib pendidkan di negri ini. Saya melihat gedung-gedung sekolah banyak yang tidak layak pakai. Banyak yang hamper roboh. Buku-bukunya juga masih sangat terbatas. Apalagi guru-gurunya…” “Kenapa guru-gurunya?” tanya Raja ” Guru-gurunya... guru-gurunya, ndak punya buku..yach..ndak punya buku!”” Katanya mau ngomong sama saya, tapi kok ndak jujur, asal saya senang,yah?

” Mmmm, ndak, bukan...yah...guru-gurunya,ndak punya fasilitas.”

” Sudah,nanti akan saya pikirkan. Saya tampung dulu, lalu saya pelajari, baru saya akan kasih keputusan. Sekarang kalian pulang. Kami akan melanjutkan rapat. Biar yang kalian inginkan tercapai. Silahkan kalian pulang!” Kata Raja.

Mereka pulang. Dan raja serta perdana mentri kembali rapat. Tapi ngomong-ngomong...mereka lagi rapat apa sih? Apa betul mereka rapat masalah tadi?Satu bulan sudah berlalu, Para pendemo itu berkumpul lagi. Mereka sedang rapat.”Kok, inspirasi kita belum ada jawaban yah? Waktu itu betul ga sih mereka rapatin masalah kita? Jangan-jangan mereka rapat masalah lain.Wah...ini tidak boleh didiamkan!” kata  pendemo itu. Mereka merencanakan untuk datang lagi ke istana. Mereka bermaksud untuk demo lagi. Demo itu jadi hobby loh! Ketika mereka akan demo, tiba-tiba datang segerombolan pengawal. Mereka mau membacakan keputusan raja. ”Pengumuman! Raja memutuskan: lahan kalian tidak akan diambil dengan paksa, tapi akan mendapat ganti rugi yang menurut raja pantas.Lalu masalah pajak tidak akan dinaikan tetapi kalian harus membayar sumbangan sebesar 2%.Masalah pendidikan...no commen! Sekian dan terimakasih.” Setelah mendengar itu, para pendemo jadi pusiiing.Lalu mereka duduk lemas. Mereka akan merencanakan demo yang lebih besar.danmereka yakin...keputusan tidak dipihak mereka. Dan...demo lagi, demo lagi, dan lagi. Yah...namanya juga panggung abrakadabra. Kalau disulap ada ya pasti ada, kalau hilang, ya...hilang.Simsalabim! Ada cerita panggung abrakadabra, Ini dia..!  
(continue ???)....

 



37 komentar:

  1. Artikel yang menarik. Indonesia memang kaya akan tradisi juga bahasa, karena itu Indonesia disebut "Atlantis"

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. artikel yang bagus untuk menunjukan budaya banten

    BalasHapus
  7. artikel yang bagus untuk menunjukan budaya banten

    BalasHapus
  8. Anda memiliki masalah dengan ketombe?
    Atau Anda memiliki masalah dengan rambut rontok?
    Anda tidak percaya diri dengan rambut anda?
    GUNAKANLAH CLEAN SHAMPO FOR MEN!!!!

    Shampo yang diciptakan khusus untuk kulit kepala dan rambut para pria yang bermasalah.
    Clean Shampo for men terbuat dari bahan-bahan yang sangat bermanfaat untuk kesegaran dan kesehatan rambut Anda.

    Kandungan Vita Acenya membuat kulit kepala terasa dingin.
    Kandungan Zinknya melindungi rambut Anda dari ketombe dan mencegahnya untuk datang kembali
    kandungan Vitamin dan mineralnya memperkuat rambut anda.
    dan Konditionernya bisa melembabkan kulit kepala Anda.

    Clean Shampo for men memberikan solusi dan mengatasi masalah rambut Anda.
    TERSEDIA DI SUPERMARKET TERDEKAT!
    Tersedia dalam bentuk sachet dan botol
    Harga: Rp. 9900.,00

    BalasHapus