Yakini Hati:
Ujian itu ibarat penyakit, yang pada saatnya nanti pasti akan sembuh. barang siapa terburu-buru untuk membuangnya, maka kondisi tubuhnya akan semakin melemah dan akan semakin parah. demikian dengan musibah dan ujian, yang pada saatnya nanti akan hilang bersama bekas-bekasnya.
oleh sebab itu, kewajiban orang yang mendapat ujian adalah bersabar, menunggu datangnya jalan keluar, dan senantiasa berdoa serta berikhtiar ...
sebuah gubuk yang terbuat dari kayu, kemah yang terbuat dari plastik, jauh lebih mulia - ketika kita mampu menjaga kehormatan kita - daripada istana yang indah, taman yang rindang, namun dipenuhi dengan KERESAHAN dan KEGUNDAHAN ...
* aktif sebagai praktisi pendidikan * Pemakalah pada simposium nasional Balitbang Kemendiknas 2009 * menulis berbagai macam artikel di koran nasional dan lokal * menulis buku-buku pelajaran untuk SD, SMP dan SMA * selalu belajar menjadi peserta dan pemateri dalam Worksop, dll *
Rabu, 24 Februari 2010
"Kaulah LAUT ku"....
dalam keheningan malam
tatkala insan sedang tertidur di belakang lipatan,
Rimba berkata: Akulah kekuatan yang dibawa mentari dari jantung bumi..
Laut yang tenang bergumam: 'akulah kekuatan'...
batu karang berseru: 'usia menegakanku seperti sebuah monumen hingga hari Perhitungan'...
Laut tetap tenang, bergumam: " Akulah monumen"...
Angin melolong: "akulah kekuatan, aku memisahkan surga dari bumi"...
Laut tetap tenang, bergumam: " Angin adalah milikku"...
Sungai berteriak: "akulah air murni yang memuaskan dahaga bumi"...
Laut tetap tenang, berkata dalam hati: "Sungai adalah milikku"...
Puncak bersorak: " Aku berdiri tinggi laksana bintang di tengah-tengah angkasa"...
Laut tetap tenang, berkata dalam hati: "puncak adalah milikku"...
Akal berkata: "akulah penguasa,,dunia ada di tangan orang-orang berkuasa"...
laut yang masih terlelap, berkata dalam tidurnya: " SEMUA ADALAH MILIKKU" ...
dalam keheningan malam
tatkala insan sedang tertidur di belakang lipatan,
Rimba berkata: Akulah kekuatan yang dibawa mentari dari jantung bumi..
Laut yang tenang bergumam: 'akulah kekuatan'...
batu karang berseru: 'usia menegakanku seperti sebuah monumen hingga hari Perhitungan'...
Laut tetap tenang, bergumam: " Akulah monumen"...
Angin melolong: "akulah kekuatan, aku memisahkan surga dari bumi"...
Laut tetap tenang, bergumam: " Angin adalah milikku"...
Sungai berteriak: "akulah air murni yang memuaskan dahaga bumi"...
Laut tetap tenang, berkata dalam hati: "Sungai adalah milikku"...
Puncak bersorak: " Aku berdiri tinggi laksana bintang di tengah-tengah angkasa"...
Laut tetap tenang, berkata dalam hati: "puncak adalah milikku"...
Akal berkata: "akulah penguasa,,dunia ada di tangan orang-orang berkuasa"...
laut yang masih terlelap, berkata dalam tidurnya: " SEMUA ADALAH MILIKKU" ...
Langganan:
Komentar (Atom)